Pages

Kamis, 07 Januari 2016

SIAPA TAK KENAL BAWANG?

Tiada hari tanpa bawang..
Tiada masakan tanpa bawang..
:-D
Bawang sebagai umbi yang multi manfaat telah dikenal sejak dulu sebagai salah satu sayuran rempah. Meskipun bukan asli Indonesia, tapi penggunaannya sebagai pelezat masakan amat lekat dengan lidah kita.

Ada dua kategori bawang, yaitu bawang daun dan bawang umbi. 

Bawang daun termasuk salah satu jenis sayuran daun dan hanya bagian daunnya saja yang dimakan. Ada yang berdaun tebal dan ada juga yang berdaun tipis. Bawang daun biasanya digunakan sebagai bahan bumbu dapur dan campuran sayur mayur untuk menambah aroma bawang yang segar dan khas pada masakan. 

Ada tiga yang paling populer di antara bawang umbi, yaitu bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai.

Salah satu khasiat dari bawang putih dan bawang merah adalah membuat tubuh tetap sehat dan kuat. Dalam catatan sejarah Mesir Kuno, kedua bawang ini mempunyai peran yang cukup besar atas keberhasilan pembangunan bangunan-bangunan bersejarah. Salah satunya, dalam pembangunan Piramida dan Sphinx. Para budak yang dipekerjakan untuk membangun kedua bangunan bersejarah yang sangat terkenal itu, konon, diberi makanan bawang putih dan bawang merah dalam jumlah banyak, sehingga para pekerja itu tetap sehat dan kuat. Untuk pengobatan, manfaat bawang merah juga sudah dikenal sejak jaman dahulu.

Khasiat dari bawang putih dan bawang merah tersebar ke seluruh dunia, sehingga sejak itu, orang-orang selalu mencampur kedua bawang tersebut dengan bumbu lain dalam setiap masakan. Hingga kini, kita hampir selalu menjumpai kehadiran bawang putih dan bawang merah dalam setiap masakan sehari-hari.

Tak kalah populer dari bawang putih dan bawang merah adalah bawang bombai. Selain digunakan sebagai bumbu, bawang bombai juga digunakan sebagai bahan baku. Misalnya, onion ring, onion soup, dan onion salad

Cara menggunakan bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai :
  • Dimemarkan. Bawang putih biasanya dimemarkan agar aroma khasnya ke luar lebih tajam. saat dimemarkan, enzim allinase yang terkandung dalam bawang putih mengubah alliin menjadi allicin dan membentuk suatu zat menguap yang berbau khas. Inilah salah satu kelebihan bawang putih dibanding bawang merah dan bawang bombai. Setelah dimemarkan, (dengan/tanpa kulit) bawang putih bisa ditumis dengan bumbu lain.
  • Dicincang. Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai setelah dikupas bisa dicincang kasar atau halus, kemudian ditumis hingga harum. Untuk selanjutnya dicapur dengan aneka sayuran, daging, ayam, ikan, udang, dll.
  • Diiris tipis. Irisan bawang putih bisa digoreng untuk taburan hidangan berkuah. Irisan bawang merah dapat digoreng renyah dan digunakan untuk taburan sup, mie goreng, nasi goreng, dan hidangan lainnya. Bawang bombai yang diiris tipis, dipisahkan lapis demi lapis, akan berbentuk gelang-gelag kecil. Irisan ini biasa digunakan untuk onion ring , taburan di atas kaserol, dan pai sayuran. Sebagai campuran salad, rendam bawang bombai iris dalam air yang dibubuhi sedikit gula pasir, lalu tiriskan.
  • Dipotong dadu. Biasanya, bawang bombai dipotong dadu. Potongan dadu ini, biasanya digunakan sebagai bahan baku salad, sup, campuran kaserol, tumis, dll.
  • Dihaluskan. Untuk bumbu, semua jenis bawang bisa dihaluskan dengan cara diulek atau diblender. Atau, bisa juga diparut. Bawang bombai dapat menggantikan bawang merah dengan takaran 2x lebih banyak. 


aneka bawang


Tips:
  • Tangan tak berbau ketika mengupas bawang putih. Getah bawang putih sering kali lengket di tangan hingga menimbulkan bau yang berkepanjangan. Untuk menghindari hal itu, rendam bawang putih dalam air hingga tidak lengket. Setelah itu, baru bisa dikupas dan diiris.
  • Menumis bawang putih agar tidak gosong. Sebaiknya, tidak menggunakan api besar karena bawang putih akan mudah hangus. Panaskan minyak dalam wajan di atas api sedang, masukkan bawang putih yang telah dimemarkan/diiris tipis/dicincang/dihaluskan. Aduk hingga bawang putih mulai lengket, berwarna agak kekuningan, dan harum. Segera tambahkan bahan lain dan aduk hingga rata.
  • Melepaskan bawang putih dari kulitnya. Letakkan bawang putih di talenan, pukul dengan benda yang berat, maka bawang putih akan terlepas dari kulitnya dengan mudah.
  • Mengupas bawang merah tanpa pedih di mata. Buang kedua ujung bawang merah karena di situ tempat terdapat zat yang bisa membuat mata menangis. Bisa juga dengan memerciki sedikit cuka di atas talenan atau meletakkan lilin yang menyala di atas talenan saat mengupas bawang merah.
  • Bawang merah goreng tetap renyah. Sebaiknya merendam irisan bawang merah dalam air garam, tiriskan. Goreng dalam minyak panas sambil diauk. Setelah kekuningan, angkat dan dinginkan. masukkan ke dalam stoples dan tutup rapat.
  • Mengurangi aroma tajam bawang bombai. Sebelum menyantap bawang bombai mentah, sebaiknya remas-remas irisan bawang bombai dengan sedikit garam dan gula pasir hingga layu, lalu tiriskan. Rasanya akan lebih manis dan aroma tajamnya akan berkurang.
  • Menghilangkan pedih mata saat memotong bawang bombai. Olesi pisau yang digunakan dengan air jeruk nipis. Untuk hasil yang lebih baik lagi, olesi irisan ujung bawang bombai dengan air jeruk nipis.

Memilih dan Menyimpan Bawang
Pastikan bawang benar-benar dalam keadaan kering untuk menghindari tumbuhnya tunas pada bawang. Bawang tidak layak lagi dikonsumsi bila telah berjamur, lembek, bahkan berair
Sebelum disimpan di dapur, sebaiknya bawang ikeringkam dengan cara diangin-anginkan (bisa juga dijemur sejenak di bawah sinar matahari). Hindari menyimpan bawang di tempat yang lembab dan gelap, seperti di dalam lemari atau tempat tertutup dan gelap lainnya. Dalam jumlah kecil, penyimpanan bawang dapat dilakukan dengan cara menggantungkan ikatan-ikatannya di dapur. Cara seperti ini sangat menguntugkan karena, setiap kali kompor dinyalakan, maka bawang akan mengalami pengasapan sehingga dapat membuatnya lebih awet.

***
Resep Acar Bawang Merah 
Kupas 200 gram bawang merah kecil, lalu cuci bersih. campur bawang merah dengan 1 sdt garam, aduk rata. Biarkan selama kurang lebih 3 jam. Tiriskan sampai kering dan masukkan ke dalam stoples, sisihkan. 
Didihkan 200 ml air bersama 8 butir merica bulat, 1 sdm gula pasir, dan 4 sdt cuka. Setelah mendidih, dinginkan. Masukkan ke dalam stoples yang sudah berisi bawang, aduk rata. Dapat dinikmati keesokan harinya. Untuk bumbu yang lebih meresap, penyimpanan di dalam stoples ditambah beberapa hari lagi.

Resep Sambal Bawang Putih
Haluskan 1 siung besar bawang putih, 15 butir cabai rawit merah, dan 1/4 sdt garam. Tuangkan 1-2 sdm minyak panas, lalu aduk rata. Dapat digunakan sebagai pelengkap nasi soto, ayam goreng, atau tempe/tahu goreng.









Selasa, 07 April 2015

DONAT KENTANG

Bahan 

500 gram tepung terigu
75 gram gula pasir
30 gram susu bubuk
6 gram ragi instan
250 gram kentang, kukus, haluskan
1 butir telur
125 ml air es
50 gram margarin
minyak untuk menggoreng
tepung gula donat secukupnya, untuk taburan

Cara Membuat
  • Campur tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, dan ragi instan sampai tercampur rata.
  • Masukkan kentang, aduk sampai rata
  • Tambahkan telur dan margarin, aduk sambil dituangi air es sedikit demi sedikit.
  • Uleni sampai kalis.
  • Tutup adonan dengan serbet basah atau lembaran plastik. Diamkan 15 menit.
  • Kempiskan adonan. Buat bulatan-bulatan dengan besar sesuai yang diinginkan. Diamkan kembali selama 10 menit.
  • Siapkan loyang yang sudah ditaburi sedikit tepung. 
  • Lubangi bagian tengah setiap bulatan adonan. Taruh di loyang. Diamkan selama 30 menit agar adonan mengembang.
  • Goreng dalam minyak banyak dengan api sedang, balik. Setelah kedua sisinya kecokelatan, angkat, tiriskan. Dinginkan. 
  • Masukkan donat ke dalam plastik berisi tepung gula. Kocok-kocok sampai semua sisi donat berbalut tepung. Hidangkan.
donat kentang






Jumat, 03 April 2015

ONDE-ONDE

Bahan

Kulit :
250 gram tepung ketan
25 gram tepung sagu
175 ml santan hangat dari 1/4 butir kelapa
1/4 sdt garam
250 gram wijen putih, cuci, tiriskan, jemur kering
250 ml air
minyak, untuk menggoreng

Isi :
200 gram kacang hijau kupas
150 gram gula pasir
1 lbr daun pandan
50 ml santan cair

Cara Membuat

  • Isi : rendam kacang hijau kurang lebih 1 jam, kukus sampai matang, haluskan selagi panas. Campur dengan gula pasir, daun pandan, dan santan. Jerangkan di atas api kecil sambil diaduk hingga dapat dibentuk. Angkat, dinginkan. Bentuk bulat dengan diameter sekitar 11/2 cm, sisihkan.
  • Kulit : campur tepung ketan, tepung sagu, dan garam. Tuangi santan hangat seikit demi sedikit sambil diuleni sampai menjadi adonan yang bisa dibentuk. Bagi menjadi 12 bagian.
  • Ambil satu bagian adonan kulit, pipihkan setebal 1/2 cm. Letakkan di tengahnya 1 bulatan isi, rapatkan, bentuk bulat kembali.
  • Celupkan cepat ke dalam air, gulingkan pada wijen sampai rata.
  • Goreng dalam minyak banyak dan sedang panasnya dengan api kecil sampai matang dan kecokelatan. Angkat, tiriskan.

onde-onde