Pages

Kamis, 04 Februari 2016

Pastry Cina (pastry tanpa korsvet)

Saya belum pernah mencoba membuat puff pastry. Kesulitan dan kerumitan yang bakal dihadapi membuat saya mundur sebelum mencoba. Karena, sama sekali tak terbayangkan oleh saya bagaimana caranya membuat tumpukan lapisan-lapisan tipis dengan tekstur yang renyah itu. Padahal, banyak orang bilang, untuk membuat pastry yang baik hanya diperlukan sedikit kesabaran dan latihan menggilas dan melipat secara cermat. Haduh, tetap saja, saya masih belum berani untuk mencoba. :-D Apalagi, katanya, untuk membuat puff pastry diperlukan pastry shortening yang lebih dikenal dengan nama Belandanya 'korsvet'. Duh, Gusti, apapula ituh!..:-D

Tapi, beberapa hari lalu, berawal dari melihat sesisir pisang raja yang tergeletak di meja dapur, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat 'bolen pisang', salah satu olahan yang menggunakan adonan puff pastry. Mirip puff pastry, lebih tepatnya. :-D Karena, saya tidak menggunakan korsvet. Teknik melapisnya seperti membuat puff pastry. Teknik membuat puff pastry tanpa korsvet seperti ini dikenal di negeri Cina, sehingga lebih dikenal dengan nama Pastry Cina. Tapi, jangan berkecil hati. Hasilnya, sama seperti puff pastry dengan menggunakan korsvet. Teksturnya berlapis, renyah ketika digigit, gurih di mulut, dan lembut.

Mudah-mudahan, resep pastry Cina di bawah ini bisa membantu bagi siapa pun yang ingin mencoba. ;-)

Resep Pastry Cina

Bahan

Adonan A
100 gram tepung terigu protein rendah (segitiga biru)
50 gram mentega putih

Adonan B
150 gram tepung terigu protein rendah (segitiga biru)
60 gram mentega/margarin
1/2 sdm gula bubuk
50 ml air hangat

Cara Membuat :
  • Adonan A : Campur tepung terigu dan mentega putih, uleni sampai adonan licin dan rata. Potomg jadi 16 bagian, bulatkan.
  • Adonan B :Campur tepung terigu, mentega/margarin, gula, dan air hangat. Aduk hingga menjadi adonan yang dapat dipulung. Bulatkan adonan, diamkan sekitar 20 menit. Potong jadi 16 bagian, bulatkan.
  • Tipiskan adonan B, sehingga cukup untuk membungkus adonan A. Bungkus setiap adonan A dengan adonan B, bulatkan.
  • Tipiskan campuran adonan A dan B, lipat seperti amplop, tipiskan kembali. Ulangi sampai 2 kali. Kerjakan satu demi satu sampai adonan habis. Diamkan sekitar 15 menit. Pada tahap ini, adonan siap digunakan sesuai keperluan resep. 
Untuk resep pisang bolen tanpa korsvet, bisa diliat di sini




BOLEN PISANG KEJU (tanpa korsvet)

Masih tentang pastry tanpa korsvet (pastry shortening). Beberapa hari lalu, akhirnya, saya mencoba membuat Bolen Pisang Keju tanpa menggunakan korsvet.

Seperti yang pernah saya katakan, jangan berkecil hati. :-D
Meski tanpa menggunakan korsvet, hasilnya tetap renyah, teksturnya berlapis, dan gurih.
Untuk membuat kulit bolen pisang tanpa korsvet ini, sebenarnya bisa menggunakan pastry Cina. Resep pastry Cina bisa dilihat di  sini
Tapi, kali ini, saya tidak murni 100%  menggunakan adonan pastry Cina :-D
Ada beberapa tambahan bahan yang saya campurkan ke dalam adonannya. Hasilnya, lebih gurih. ;-)

bolen pisang keju, bolen tanpa korsvet

Ini resepnya :

BOLEN PISANG KEJU (tanpa korsvet)

Bahan

Adonan A
100 gram tepung terigu berprotein rendah (cap segitiga biru)
80 gram margarin 
1 sdm minyak goreng

Adonan B
200 gram tepung terigu berprotein rendah (cap segitiga biru)
100 gram margarin
40 gram gula bubuk
30 gram susu bubuk
75 ml air es

4 buah pisang raja, masing-masing potong menjadi 4 bagian
keju cheddar secukupnya, potong menjadi 16 bagian
1 butir kuning telur campur dengan 3 sdm susu cair, untuk olesan
keju parut/meises untuk taburan (jika suka)

Cara Membuat :
  1. Adonan A : Campur tepung terigu, margarin, dan 1 sdm minyak goreng. Uleni sampai tercampur rata, diamkan selama kurang lebih 20 menit. Bagi menjadi 16 bagian, bulatkan.
  2. Adonan B : Campur tepung terigu, margarin, gula bubuk, susu bubuk, dan air es. Aduk hingga menjadi adonan yang dapat dipulung. Bulatkan adonan, diamkan selama kurang lebih 15 menit. Bagi menjadi 16 bagian, bulatkan.
  3. Tipiskan adonan B, sehingga cukup untuk membungkus adonan A. Bungkus setiap adonan A dengan adonan B, bulatkan.
  4. Tipiskan campuran adonan A dan B, lipat seperti amplop, tipiskan kembali. Ulangi sampai 2 kali. Kerjakan satu demi satu sampai adonan habis. Diamkan sekitar 15 menit. 
  5. Ambil 1 buah adonan, gilas berbentuk lingkaran. Letakkan di tengah satu irisan pisang dan keju. Lipat seperti amplop, rapikan. 
  6. Letakkan bolen di atas loyang bersemir margarin. Oleskan permukaannya dengan bahan olesan. Beri taburan di atasnya.
  7. Panggang dalam oven dengan api besar sekitar 30-45 menit atau sampai matang.
bolen pisang keju, bolen tanpa korsvet



Kamis, 07 Januari 2016

SIAPA TAK KENAL BAWANG?

Tiada hari tanpa bawang..
Tiada masakan tanpa bawang..
:-D
Bawang sebagai umbi yang multi manfaat telah dikenal sejak dulu sebagai salah satu sayuran rempah. Meskipun bukan asli Indonesia, tapi penggunaannya sebagai pelezat masakan amat lekat dengan lidah kita.

Ada dua kategori bawang, yaitu bawang daun dan bawang umbi. 

Bawang daun termasuk salah satu jenis sayuran daun dan hanya bagian daunnya saja yang dimakan. Ada yang berdaun tebal dan ada juga yang berdaun tipis. Bawang daun biasanya digunakan sebagai bahan bumbu dapur dan campuran sayur mayur untuk menambah aroma bawang yang segar dan khas pada masakan. 

Ada tiga yang paling populer di antara bawang umbi, yaitu bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai.

Salah satu khasiat dari bawang putih dan bawang merah adalah membuat tubuh tetap sehat dan kuat. Dalam catatan sejarah Mesir Kuno, kedua bawang ini mempunyai peran yang cukup besar atas keberhasilan pembangunan bangunan-bangunan bersejarah. Salah satunya, dalam pembangunan Piramida dan Sphinx. Para budak yang dipekerjakan untuk membangun kedua bangunan bersejarah yang sangat terkenal itu, konon, diberi makanan bawang putih dan bawang merah dalam jumlah banyak, sehingga para pekerja itu tetap sehat dan kuat. Untuk pengobatan, manfaat bawang merah juga sudah dikenal sejak jaman dahulu.

Khasiat dari bawang putih dan bawang merah tersebar ke seluruh dunia, sehingga sejak itu, orang-orang selalu mencampur kedua bawang tersebut dengan bumbu lain dalam setiap masakan. Hingga kini, kita hampir selalu menjumpai kehadiran bawang putih dan bawang merah dalam setiap masakan sehari-hari.

Tak kalah populer dari bawang putih dan bawang merah adalah bawang bombai. Selain digunakan sebagai bumbu, bawang bombai juga digunakan sebagai bahan baku. Misalnya, onion ring, onion soup, dan onion salad

Cara menggunakan bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai :
  • Dimemarkan. Bawang putih biasanya dimemarkan agar aroma khasnya ke luar lebih tajam. saat dimemarkan, enzim allinase yang terkandung dalam bawang putih mengubah alliin menjadi allicin dan membentuk suatu zat menguap yang berbau khas. Inilah salah satu kelebihan bawang putih dibanding bawang merah dan bawang bombai. Setelah dimemarkan, (dengan/tanpa kulit) bawang putih bisa ditumis dengan bumbu lain.
  • Dicincang. Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai setelah dikupas bisa dicincang kasar atau halus, kemudian ditumis hingga harum. Untuk selanjutnya dicapur dengan aneka sayuran, daging, ayam, ikan, udang, dll.
  • Diiris tipis. Irisan bawang putih bisa digoreng untuk taburan hidangan berkuah. Irisan bawang merah dapat digoreng renyah dan digunakan untuk taburan sup, mie goreng, nasi goreng, dan hidangan lainnya. Bawang bombai yang diiris tipis, dipisahkan lapis demi lapis, akan berbentuk gelang-gelag kecil. Irisan ini biasa digunakan untuk onion ring , taburan di atas kaserol, dan pai sayuran. Sebagai campuran salad, rendam bawang bombai iris dalam air yang dibubuhi sedikit gula pasir, lalu tiriskan.
  • Dipotong dadu. Biasanya, bawang bombai dipotong dadu. Potongan dadu ini, biasanya digunakan sebagai bahan baku salad, sup, campuran kaserol, tumis, dll.
  • Dihaluskan. Untuk bumbu, semua jenis bawang bisa dihaluskan dengan cara diulek atau diblender. Atau, bisa juga diparut. Bawang bombai dapat menggantikan bawang merah dengan takaran 2x lebih banyak. 


aneka bawang


Tips:
  • Tangan tak berbau ketika mengupas bawang putih. Getah bawang putih sering kali lengket di tangan hingga menimbulkan bau yang berkepanjangan. Untuk menghindari hal itu, rendam bawang putih dalam air hingga tidak lengket. Setelah itu, baru bisa dikupas dan diiris.
  • Menumis bawang putih agar tidak gosong. Sebaiknya, tidak menggunakan api besar karena bawang putih akan mudah hangus. Panaskan minyak dalam wajan di atas api sedang, masukkan bawang putih yang telah dimemarkan/diiris tipis/dicincang/dihaluskan. Aduk hingga bawang putih mulai lengket, berwarna agak kekuningan, dan harum. Segera tambahkan bahan lain dan aduk hingga rata.
  • Melepaskan bawang putih dari kulitnya. Letakkan bawang putih di talenan, pukul dengan benda yang berat, maka bawang putih akan terlepas dari kulitnya dengan mudah.
  • Mengupas bawang merah tanpa pedih di mata. Buang kedua ujung bawang merah karena di situ tempat terdapat zat yang bisa membuat mata menangis. Bisa juga dengan memerciki sedikit cuka di atas talenan atau meletakkan lilin yang menyala di atas talenan saat mengupas bawang merah.
  • Bawang merah goreng tetap renyah. Sebaiknya merendam irisan bawang merah dalam air garam, tiriskan. Goreng dalam minyak panas sambil diauk. Setelah kekuningan, angkat dan dinginkan. masukkan ke dalam stoples dan tutup rapat.
  • Mengurangi aroma tajam bawang bombai. Sebelum menyantap bawang bombai mentah, sebaiknya remas-remas irisan bawang bombai dengan sedikit garam dan gula pasir hingga layu, lalu tiriskan. Rasanya akan lebih manis dan aroma tajamnya akan berkurang.
  • Menghilangkan pedih mata saat memotong bawang bombai. Olesi pisau yang digunakan dengan air jeruk nipis. Untuk hasil yang lebih baik lagi, olesi irisan ujung bawang bombai dengan air jeruk nipis.

Memilih dan Menyimpan Bawang
Pastikan bawang benar-benar dalam keadaan kering untuk menghindari tumbuhnya tunas pada bawang. Bawang tidak layak lagi dikonsumsi bila telah berjamur, lembek, bahkan berair
Sebelum disimpan di dapur, sebaiknya bawang ikeringkam dengan cara diangin-anginkan (bisa juga dijemur sejenak di bawah sinar matahari). Hindari menyimpan bawang di tempat yang lembab dan gelap, seperti di dalam lemari atau tempat tertutup dan gelap lainnya. Dalam jumlah kecil, penyimpanan bawang dapat dilakukan dengan cara menggantungkan ikatan-ikatannya di dapur. Cara seperti ini sangat menguntugkan karena, setiap kali kompor dinyalakan, maka bawang akan mengalami pengasapan sehingga dapat membuatnya lebih awet.

***
Resep Acar Bawang Merah 
Kupas 200 gram bawang merah kecil, lalu cuci bersih. campur bawang merah dengan 1 sdt garam, aduk rata. Biarkan selama kurang lebih 3 jam. Tiriskan sampai kering dan masukkan ke dalam stoples, sisihkan. 
Didihkan 200 ml air bersama 8 butir merica bulat, 1 sdm gula pasir, dan 4 sdt cuka. Setelah mendidih, dinginkan. Masukkan ke dalam stoples yang sudah berisi bawang, aduk rata. Dapat dinikmati keesokan harinya. Untuk bumbu yang lebih meresap, penyimpanan di dalam stoples ditambah beberapa hari lagi.

Resep Sambal Bawang Putih
Haluskan 1 siung besar bawang putih, 15 butir cabai rawit merah, dan 1/4 sdt garam. Tuangkan 1-2 sdm minyak panas, lalu aduk rata. Dapat digunakan sebagai pelengkap nasi soto, ayam goreng, atau tempe/tahu goreng.